Selasa, 29 November 2011

Bisnis 'Nasi Kucing' ala Waralaba Angkringan Pak Camat


Jakarta - Bisnis waralaba makanan kian beragam mulai dari kebab, pizza, bakso hingga makanan ringan. Semua menjual keunikan dan modal yang beragam dari yang paling murah Rp 5 jutaan hingga yang mahal hingga puluhan juta bahkan ratusan juta.


Salah satu waralaba makanan yang unik adalah waralaba Angkringan Pak Camat. Waralaba ini menawarkan konsep makanan khas Yogyakarta serta angkringannya, ditambah pula dengan menu-menu bervariasi dan harganya yang sangat merakyat.

Angkringan Pak Camat sendiri sudah menancapkan kakinya di Jogjakarta sejak sepuluh tahun yang lalu. Kini, Angkringan Pak Camat sudah mewaralabakan bisnis makanan khas angkringannya yang terkenal dengan menu nasi kucing, bihun cabe rawit, sate ayam, sate kikil, sate usus, tempe dan tahu bacem. Sebanyak dua outlet di Yogya dan delapan outlet di Jakarta sudah tersebar. Berminat menjadi mitra Angkringan Pak Camat?

"Angkringan Pak Camat kita bawa dari Jogja untuk dikembangkan di Jakarta. Di Jakarta kan juga banyak orang Jawanya, karena itu kita makanan khasnya sudah dikenal. Jadi ketika dikembangkan kita bisa dapat kemudahan. Dari rasanya, semua sudah tahu, dan kita punya cara masak yang memang cukup enak, lezat, dan dari harganya memang merakyat. Sehingga setiap kalangan bisa menikmati sajian makanan khas Jogja dan angkringan. Pas untuk nongkrong menikmati suasana relaksasi setelah sibuk merasakan penat," ungkap Deven, selaku Marketing Director Angkringan Pak Camat kepadadetikFinance akhir pekan lalu.

Dengan membeli brand Angkringan Pak Camat, anda bisa membuka usaha makanan angkringan khas Jogja. Seluruh menu makanan akan disediakan oleh Angringan Pak Camat setiap harinya dan siap dijual.

"Yang berminat dan punya hobi masak, dan juga punya waktu. Dia bisa memasak menu Angkringan Pak Camat sendiri. Bisa juga nanti kita training untuk mengolah menu-menu yang kita tawarkan. Karena konsep yang kita tawarkan kan masakan khas Yogya. Kita juga fleksibel, dalam arti kalau ada yang mamu mengembangkan dan menambahkan menu-menu lain, kita memperbolehkan. Tapi harus sesuai pakemnya, yakni ada nasi kucing, bacem, dan sebagainya itu harus ada, gak boleh gak ada. Kalau mereka mau nambah menu lain itu silahkan," terang Deven.

"Tapi kalau ada yang nggak mau repot, kita akan suplai menu kita, akan kita suplai," tambanya.

Adapun keunggulan yang diberikan adalah, manakan angkringan ini pasti ada pembelinya. Didukung dengan catatan banyaknya orang Jawa, seperti di Jakarta minyalnya. Keuntungan yang diambil bisa mencapai 100% dan bisa menambahkan menu-menu lain. 

"Manage-nya pun sangat mudah, dan tingat resikonya rendah. Selama enam bulan sudah bisa BEP (Break Event Point)," lanjutnya.

"Royalti Fee-nya kita kasih sebesar pada saat mereka sudah BEP, itu dari bulan ke tujuh, 3% untuk Angkringan Pak Camat sampai tiga tahun. Setelah itu, akan kita tanyakan apakah mereka mau memperpanjang atau tidak. Rata-rata omzet yang bisa diambil sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu sehari. Harga makanan yang dijual pun dari Rp 1.500 sampai Rp 3.000, bisa kenyang dan dapat duit banyak kan?" kata Deven.

Jika berminat mencari peluang usaha di Angkringan Pak Camat, Deven mengatakan, pihaknya menawarkan dua buah paket. Yakni paket Mandiri dan Paket Prima.

Paket Mandiri ditawarkan dengan harga Rp 15 juta, dimana nantinya anda akan diberikan resep-resep ala Angkringan Pak Camat. Jika anda memiliki seorang karyawan, maka si karyawan akan dilatih untuk mengolah makanan. Atau mungkin anda yang ingin terjun langsung, dapat segera mengolah sendiri menu-menu yang ada sesuai resep yang diberikan.

Sedangkan, Paket Prima Angkringan Pak Camat ditawarkan seharga Rp 25 juta. Segala resep maupun bahan baku akan disuplai langsung oleh Angkringan Pak Camat, begitu juga dengan trainingnya. Bedanya, kalau Paket Mandiri, anda harus membeli bahan bakunya sendiri.

"Kita jelas bisa bersaing, buktinya kita sudah ada delapan outlet di Jakarta. Gak muluk-muluk, akhir tahun ini kita kejar target 30 outlet di Jakarta. Memang saat ini kita fokus mengembangkan di Jakarta," tutur Deven.

"Pokoknya, kalau kerjasama dengan kita, akan kita sediakan gerobak, perlengkapannya, tendanya, bangku, piring, ceret, dan segala yang disesuaikan dengan konsep Angkringan Pak Camat dan khas Jawa," imbuhnya.

Dengan sistem manajemen yang teratur, maka itu ini bisa dijadikan peluang usaha yang kompeten. Deven juga mengatakan, pasaran Angkringan Pak Camat terbilang ramai. Didukung dengan harga menu-menunya yang murah. 

"Sekarang, waralaba dengan makanan yang harganya saja mahal bisa ramai, bagaimana dengan ini yang harganya murah. Karena ini kan target pasarnya luas, dari mahasiswa, sampai kalangan kerja," yakinnya.(nrs/qom) 


sumber : detik.com

Ritel Online Bisa Raup Omzet Puluhan Juta

 
BANYAK orang bilang, bisnis makanan dan pakaian adalah bisnis yang tidak akan pernah surut dimakan zaman, mungkin benar. Mana ada manusia yang tidak butuh makan dan baju jika masih ingin bertahan hidup?

Seiring dengan kemajuan tekologi dan zaman, berbisnis dua hal ini tidak hanya dilakukan asal-asalan demi memenuhi kebutuhan dasar manusia. Ada unsur prestise berbalut teknologi yang terlibat dalam mengembangkan kedua bisnis ini. Berbisnis melalui perangkat BlackBerry Messengger (BBM) dan media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Triafailasuffah, atau kerap dipanggil Fela, perempuan ini merupakan pengusaha yang mengembangkan online shop lewat kedua teknologi ini. Kreasitangan Shop, toko online yang dikelolanya itu menjajakan berbagai mode pakaian perempuan terkini, beragam tipe tas tangan dan tak ketinggalan juga aksesoris lain yang mendukung penampilan perempuan agar trendy dan "sedap" dipandang.

Jangan pernah berpikir sudah tidak ada pasar untuk jualan baju, itu anggapan yang keliru. Jangan juga berpikir butuh uang yang besar untuk modal dan lama untungnya. Fela, perempuan manis berumur 24 tahun ini, telah mematahkan pesimisme itu.

"Mulai serius jualan dari awal tahun ini, iseng saya bilang sama Ibuku tentang niatku (bikin online shop) Alhamdulillah Ibuku mau minjemin uang Rp5 juta aku pegang waktu itu. Aku minta waktu 10 bulan untuk bisa balikin," Fela mengawali ketika berbincang dengan okezone beberapa waktu lalu.

Selepas mendapat gelar Sarjana Psikologi di medio 2010, layaknya fresh graduate, Fela memang mencari pekerjaan ke sana-kemari. Impiannya menjadi bankir di sebuah bank BUMN besar di Tanah Air gagal karena satu hal, tinggi badan. Putus asa dengan hal ini, iseng dia mencoba meneruskan ketertarikannya berdagang yang sempat terhenti beberapa waktu.

"Dari awal kuliah kan emang suka jualan, you know lah, dulu aku pernah ikut MLM (Multi Level Marketting) produk kosmetik, terus jualan baju door to door ke kost-kosatan teman. Namun, semuanya berhenti pas aku garap skripsi," lanjut Fela.

Maka, berbekal uang pinjaman dari ibunya, Fela bergerilya di internet membuka toko di Facebook, mencari teman sebanyak mungkin, meng-upload foto-foto dan menawarkan barang-barang dagangannya.

"Aku pakai Rp3 juta pinjeman duit ibuku buat modal, Rp2 juta sisanya aku simpan. Pertamanya, aku jadi reseller online shop lain, jadi aku minta izin ke mereka untuk taruh fotonya di onlineshop-ku, kalau ada yang tertarik aku baru order ke dia. Aku dapet potongan harga reseller dari online shop tempat aku reseller itu," jelas perempuan berjilbab ini.

Mulai Berdagang

Dua bulan menjadi reseller dari online shop lain, Fela penasaran dengan harga asli barang-barang tersebut. Kata dia, kalau bisa mendapat supplier pusat, harganya akan lebih miring. Fela pun dengan tekun mencari supplier pusat. Namun, ternyata ada sebuah fakta menarik.

"Antara Februari-Maret, saya sudah bisa membayar sepertiga utang ke Ibuku," akunya. Fakta ini menarik, bayangkan saja, memulai usaha di awal tahun, dan dalam hitungan dua sampai tiga bulan, perempuan ini sudah mulai bisa membalikkan modal.

Kerja keras tidak pernah sia-sia. Perjuangan Fela mencari supplier yang bisa memberikan harga miring tidak sia-sia. Dia menemukan supplier pusat yang bisa memberikan harga jauh di bawah harga supplier yang selama ini dipesannya.  "Tapi jangan tanya siapa dan di mana (suppliernya), itu rahasia perusahaan," guraunya.

Semenjak menemukan supplier pusat yang menawarkan harga miring bagi semua barang dagangannya, khususnya tas tangan, Fela mengaku kebanjiran order. Kurang dari setahun usahanya berjalan, Fela mengaku telah memiliki reseller di setiap pulau. "Utang sama ibuku sudah lama aku kembaliin lo ya, sekarang semua modal murni punyaku. Alhamdulillah kalau sebulan bisa dapat Rp4 juta-Rp5 juta untungnya. Omzetnya? Enggak pasti," tuturnya.

Meski tidak menyebut dengan pasti berapa omzetnya, tetapi Fela menyebut bahwa perputaran uang direkeningnya lebih dari Rp10 juta per bulannya. "Lumayan lah, udah bisa beli BB, laptop, dan lainnya buat modal usaha juga," candanya. Keuntungan yang bisa dibilang cukup cepat, mengingat usaha yang dijalankan belum genap berusia satu tahun.

Sedikit Tips

Tentang kiat sukses berbisnis online shop, Fela punya satu kiat. Selain selalu mengikuti perkembangan mode dan mengikuti kemauan pelanggan tentang barang-barang apa saja yang dibutuhkan, Fela juga menyebut tip suksesnya dalam berdagang pastinya adalah berhati-hati dalam memegang kepercayaan pelanggan.

"Hati-hari dan waspada itu pasti. Sabar juga harus,karena jualan itu ada kalanya untung dan ada kalanya untung dikit. Kalau pelanggan emosi, kita jangan ikut emosi," pesan Fela yang bisa dikontak di PIN BB 27626EC1 atau nomor HP di 087738952200 ini.

Terkait barang dagangan yang harus di-upload di toko online-nya,Fela juga berpesan agar memilih baju dan tas yang lebih sesuai dengan karakternya.

"Jadi kalau terlalu seksi itu ya biasanya mereka enggak suka. Sering-sering ganti foto profil dan upload gambar itu wajib, juga segera balas comment pelanggan biar mereka enggak jengkel. Terus setiap 15-30 menit kita ganti foto profil enggak ada yang tertarik, kita ganti gambar, ganti status. Kalau ada yang tertarik, tambahkan juga kalau misalnya ada warna-warna yang sudah boked (dipesan) buat info," tutupnya.

Account Manager www.bukalapak.com Ainin Dita Z, sebuah situs yang telah berpengalaman dalam menghubungkan pembeli dan penjual lewat dunia maya mengamini besarnya peluang berdagang melalui internet baik melalui media sosial maupun BBM. Dita menyebut, range keuntungan mencapai 20-30 persen dapat dicapai lewat penjualan barang-barang via online tersebut. Meski begitu, online shop masih terkendala beberapa hambatan.

"Kelemahan online shop masih terkait masalah kepercayaan, yaitu masalah penipuan, barang tidak sampai, pembayaran yang kurang, barang tidak sesuai foto, dan lainnya. Meskipun tidak dipungkiri potensi online shop ke depan akan maju pesat. Tidak hanya pribadi atau individu yang mulai memanfaatkan online shop di jejaring sosial sebagai sarana jualan," komentar Dita.

Hal ini dikarenakan brand atau perusahaan besar menilai penjualan selain hard sell penjualan via online shop lewat jejaring sosial justru punya potensi branding yang lebih besar jika tahu cara memanfaatkannya.

"Keuntungan online shop lewat FB lebih mudah karena tampilannya semi katalog jadi seller bisa memasukkan foto dan detailnya tanpa batasan dan mengkategorikan sendiri. Sementara keuntungan online shop via BBM grup punya keterbatasan di mana anggotanya hanya 30 orang," tambahnya.
    
Dihubungi terpisah, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah juga menyebut besarnya potensi industri skala mikro yang dikendalikan lewat internet ini. Meskipun tidak memiliki data yang pasti tentang berapa pelaku usaha online shop ini, Euis menyebut cara ini menjadi jalan keluar bagi perkembangan UMKM nasional.

"Selama ini mereka (UMKM) kan terkendala pemasaran, kan kalau pakai internet ini masih gratis, jadi mereka bisa memasarkan produk mereka," ungkap Euis kala dihubungi okezone.

Melihat besarnya potensi ini, pihaknya bahkan telah digandeng perusahaan dunia Google untuk bekerja sama. Euis menyebut, Kemenperin telah menyambut baik ajakan Google untuk membuat laman khusus yang akan membantu pengusaha UMKM memasarkan usahanya.

"Saya sudah membalas surat ajakan Google tersebut dan kita menyambut baik. Meskipun kita belum tahu kapan proyek ini terrealisasi, tetapi kita yakin bahwa banyak pihak akan terlibat dalam agenda ini seperti Kemenperin, Kemendag, KemenkopUKM, dan lainnya," tandas dia. (mrt) (rhs)

sumber : okezone.com